Senin, 23 April 2012


Katak dan kodok, hewan yang sangat memengaruhi rantai kehidupan

reuters
Sepintas hewan katak dan kodok terlihat sama. Namun, ternyata kedua hewan ini berbeda sekalipun postur tubuhnya mirip. Meski berbeda, keduanya berperan dalam kehidupan manusia. Pernahkah terbersit di benak Anda jika dunia tanpa katak dan kodok?
Menurut Direktur Taman Safari Indonesia Cisarua Janseng Manansang katak (frog) berbeda dengan kodok (toad). Bedanya, tubuh katak katak relatif halus, tidak memiliki bintil-bintil yang jelas seperti kodok.
Sebagian besar bertubuh ramping (walaupun ada yang agak gemuk sampai gemuk namun berbeda dari kodok). Kaki katak juga relatif panjang, sehingga memungkinkan katak meloncat jauh.
Dia menjelaskan, katak memiliki banyak jenis yang masing-masing mendiami suatu habitat tertentu. Sebagai contoh katak sawah yang mendiami lokasi-lokasi berlumpur seperti sawah maupun lokasi berlumpur lain.
Katak pohon mendiami batang-batang pohon tinggi dan seringkali bersembunyi di balik dedaunan, atau bangkong tuli yang biasanya hanya dapat dijumpai di sela-sela batuan di sumber air yang masih bersih dan belum tercemar di daerah pegunungan.
Dikatakan, masih banyak karakter katak yang lain dalam mendiami suatu wilayah tertentu. Keseluruhannya memiliki keunikannya masing-masing.
Fungsi katak, kata Janseng, antara lain estetika, yakni bagaimana katak dan kodok menjadi bagian dalam harmoni kehidupan alam terlebih saat hujan.
Selain itu, fungsi etik yakni nilai lebih satwa tersebut dan kaitannya dengan hak mereka untuk tetap eksis. Fungsi ekonomi yakni katak dan kodok seringkali menjadi bahan makanan, bahkan bagian tubuh tertentu terkadang diambil sebagai obat untuk manusia.
Selain itu, fungsi ekosistem yang tidak terlalu tampak oleh mata, namun jika terabaikan dampaknya lebih “parah” dibandingkan yang lain.
“Katak dan kodok memiliki peranan dalam aliran energi dan siklus `nutrient`, mereka menempati posisi baik sebagai pemangsa maupun yang dimangsa,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, apa jadinya jika katak dan kodok tidak ada? Serentetan efek akan muncul seperti berkurangnya jumlah satwa yang menjadi pemangsa, ataupun melonjaknya jumlah mangsa mereka.
Hal ini, katanya, akan berdampak terhadap peristiwa-peristiwa seperti melonjaknya jumlah nyamuk, lalat, atau serangga hama yang mengganggu tanaman pertanian.Tentunya kondisi ini dapat mengganggu kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar